Sadarkah kita bahwa kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan.
Kita lahir dengan dua telinga, satu di kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari kedua sisi, menangkap pujian maupun kritikan, dan melihat mana yang benar.
Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Tak seorangpun yang dapat mencuri isi otak kita, yang lebih berharga dari segala permata yang ada.
Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut. Karena mulut adalah senjata yang tajam, yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara tapi banyak mendengar dan melihat.
Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. Belajar untuk mencintai dan menikmati dicintai, tetapi jangan mengharapkan orang lain mencintai Anda dengan cara sebanyak yang sudah Anda berikan. Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka Anda akan menemukan bahwa hidup ini akan menjadi lebih indah.
from : mon Miel
Menyadari Hidup Saat Ini, bukan apa yang SUDAH terjadi dan bukan apa yang AKAN terjadi . . .
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
GENDENG, NEKAD dan GO
Selama bertahun-tahun saya tidak menulis lagi dan ternyata perlu lagi ada kebutuhan untuk menulis lagi. semoga ada hal terbaik yang datang....
-
i know some of you know this but maybe some of you not understand. but i was having a good relationship with someone and i really like he...
-
sekadang sharing aja, ini lah wajah orang baru pertama kali main saham, tidak tahu apa-apa. walaupun sudah lama berkecimpung di dalam market...
-
Selama bertahun-tahun saya tidak menulis lagi dan ternyata perlu lagi ada kebutuhan untuk menulis lagi. semoga ada hal terbaik yang datang....
No comments:
Post a Comment