Friday, September 30, 2011

Sikap menentukan Tindakan

Dua org sahabat sdg menghampiri kios koran & membeli beberapa koran serta majalah. Penjual koran yg sehrsnya gembira ternyata melayani dgn buruk, tdk sopan, dan dgn muka cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan yg buruk seperti itu. Yang mengherankan, org kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kpd penjual tersebut. Org pertama bertanya kpd sahabatnya, “Mengapa kamu bersikap sopan kpd penjual menyebalkan itu?” Sahabatnya menjawab, “Mengapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dlm bertindak?”


Yes.!

Itulah pointnya!

Jgn prnh biarkan org lain menentukan cara kita bertindak, Seandainya org tersebut sdg melakukan hal yg buruk kpd kita. Sayangnya, sering kali kita tdk berbuat demikian. Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan org lain kpd kita. Kalau mrk melakukan hal yg buruk, kita akan membalasnya dgn hal yg lebih buruk lagi. Kalau mrk tdk sopan, kita akan lebih tdk sopan lagi. Kalau org lain pelit terhadap kita, kita yg semula pemurah tiba2 jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dgn org tersebut.

Harus saya akui, kadang kala saya gagal jg dlm hal ini, khususnya saat saya berkendara. Saat ada mobil lain menyerobot jalan dgn seenaknya, saya tiba2 jadi jengkel & berusaha membalasnya dgn gantian menyerobot jalannya. Tindakan saya dipengaruhi oleh tindakan org lain terhadap saya. Di sisi lain, saya bisa berbuat sedemikian baik, santun, dan luar biasa thdp org yg jg melakukan hal yg sama kpd saya. Saat saya merenung2 ttg hal ini, saya jadi malu sendiri. Mengapa tindakan saya harus dipengaruhi oleh org lain.? Mengapa utk berbuat baik saja, saya harus menunggu diperlakukan dgn baik oleh org lain dulu.?

Bagaimana dgn Anda.?
Apakah Anda jg punya “penyakit” seperti saya.?
Jaga suasana hati, jgn biarkan sikap buruk org lain kpd kita menentukan cara kita bertindak.!
Pilihlah tetap berbuat baik, skalipun menerima hal yg tidak baik.!

Decision to act is in the hands of our own.!
LIVE TODAY

Koin Penyok

pic from google
di ambil dari berbagai sumber :
Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dgn rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. 
Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yg sudah penyok.” Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.

“Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dollar. 
Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dollar utk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yg dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dollar utk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak utk membawa pulang lemari itu.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita melihat lemari yg indah itu dan menawarnya 200 dollar. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju dan mengembalikan gerobaknya.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Tiba-tiba seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.
Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya bertanya, “Apa yg terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yg diambil oleh perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila kita sadar kita tak pernah benar2 memiliki apapun, kenapa saat kehilangan kita harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Bersyukurlah..:) 

Cermin

pic from google
Ada sebuah rumah yg didalamnya terdapat 1000 cermin. Suatu hari ada seekor anjing kecil yg periang & selalu berbahagia, dia melewati rumah itu & memutuskan utk masuk ke dalamnya. Dia berlari gembira menuju pintu rumah itu. Saat anjing riang itu masuk, ia terkejut bhw ia mendapati di dlm rumah itu terdapat banyak sekali anjing yg mirip ia & menyambutnya dgn ekor yang bergoyang2 & kuping yg terangkat pula. Anjing kecil itu tersenyum senang & sekali lagi ia melihat semua "teman barunya" juga membalas senyumannya dg  senyum yg sama bersahabatnya dengan senyuman anjing tsb. 

Saat anjing itu meninggalkan rumah tsb, dalam hatinya ia berkata "rumah ini tempat yg sgt menyenangkan, ada banyak teman baru yg baik & ramah, aku akan sering bermain ketempat itu"
Lalu suatu waktu ada seekor anjing lain yg kurang bahagia & tidak seriang anjing yg pertama. Anjing itu juga memutuskan untuk mampir ke dalam rumah tsb, dengan perlahan & tampak waspada ia berjalan menuju pintu rumah tsb. Saat anjing itu masuk ke dalamnya ia terkejut & selalu  waspada karena ia mendapati di rumah tsb ada banyak anjing yg tampang dan penampilannya tak bersahabat. Lalu anjing itu mencoba menggertaknya dgn mengeluarkan taring & geraman kecil, namum lagi2 ia dikejutkan bhw semua anjing itu melakukan hal yg sama. Dengan ketakutan anjing itu berlari keluar rumah tersebut sambil dalam hatinya ia berkata: "banyak sekali yang tidak ramah kepadaku di situ, aku tidak akan pernah datang lagi".

Pesan Moral:
DUNIA NYATA KITA adalah CERMIN dari DUNIA BATIN KITA. Bila kita  bersikap positif, selalu ceria dan  bahagia, maka sikap positif kita bisa menarik aura positif ke kehidupan kita. Jadi, marilah kita mulai hari2 kita dgn sikap positif, selalu ceria & bahagia. 

Monday, September 26, 2011

The Raid - Indonesian Movies - Coming Soon 2012



finally we have some quality movies for all these years.. i will be looking forward to see this movies and it has promoted around the world. and most important Mike Shinoda Scoring the Film, you awesome mike...

Sunday, September 25, 2011

My Daily Activity Life - Part 02

oke setelah mengetahui sebagian aktifitas itu, saya sangat menghargai bahwa sebenarnya kalau orang bisa menghargai waktu dan mengerti bahwa masing-masing mempunyai kesibukan sendiri-sendiri. 


memang kita tidak bisa menghindari bertemu dengan orang-orang yang dapat membuat urat nadi kita tegang. dan itu saya alami terjadi pada saat ada acara Muda-Mudi Pintu Mas. karena acara tersebut diundur dari jadwal sebelumnya maka dengan komitmen yang sudah kami miliki maka tanggal yang disebutkan harus di jalankan. tugas saya adalah dokumentasi dan memang itu saya lakukan karena kebetulan punya kamera yang agak bagus (masih banyak yang lebih bagus dari saya soalnya hehe).

kemudian acara dimulai dan saya melakukan tugas saya yaitu jepret sana sini. ketika acara selesai saya harus melihat hasil kemudian mencoba melihat foto-foto dan mungkin sedikit tambahan contrast atau brightness. tetapi dengan ratusan foto yang ada tentunya akan memakan waktu, setelah itu saya harus meng-upload foto ke facebook dan bayangkan saja foto yang saya masukkan ke dalam fb hanya sekitar 70 an foto dan itu membutuhkan waktu hampir 1 jam 20 menit, size nya sekitar 450 - 600 kb, hasil resize 1/6 dari aslinya. (tentunya bayangkan saja dengan koneksi internet yang sangat ZUPER lelet, Mario Teguh Style)

tiba tiba ada salah satu ibu yang bukan pengurus (sebenarnya mengurusi surat kabar tertentu) dari muda-mudi menanyakan foto saya dan segala informasi, saya hanya jawab secukupnya saja. tetapi dia menginginkan foto ini dan terus menanyakan kepada saya, saya katakan bahwa boleh mendapatkan foto ini tetapi mungkin bisa di tanyakan kepada ketua muda mudi atau mungkin ijin kepada tetua / yang bersangkutan.

intinya saya melanjutkan foto sesi tersebut sampai selesai. besoknya saya dapat telp (tepatnya "panggilan yang tidak saya jawab" disaat saya sedang presentasi dan menenani instruktur training) bukan hanya sekali tetapi berkali2, tidak saya angkat. tetapi kemudian messenger saya penuh dengan message dari teman yang mengatakan bahwa dia meminta alamat rumah saya karena dia akan datang ke rumah saya untuk mengambil foto tersebut. WTF . . .

foto itu belum saya burn kan dan jarak untuk mengedit terlalu dekat, kemudian juga masih di dalam hdd, saya belum ada waktu buat burningkan dan saya merasa tidak nyaman kalau harus mengerjakan sesuatu secara terburu-buru. untungnya tidak ada yang memberitahu alamat rumah saya.

anehnya ketemu lagi kemarin jumat di acara teman saya, dan langsung dengan nada membentak mengatakan "mana fotonya, saya butuh foto itu dan dengan gaya angkuh sambil memegang piring makanannya menanyakan ke saya" adoh kenapa bisa lewat disana, ballroom begitu luas tetapi kenapa bisa pas-pasan dengan dia (dalam hati, nasib oh nasib) akhirnya saya cuman senyum dikit trus langsung melanjutkan mencari teman saya.

saya tidak keberatan dengan semangatnya dia yang menggebu-gebu mengejar hasil foto saya, saya sangat berterima kasih. hanya saja cara nya mungkin cukup esktrim menurut saya. fotografi sampai saat ini masih sebatas hobi dan dari para pengurus muda-mudi sangat memahami bahwa dibutuhkan waktu dan proses untuk mengerjakan suatu persoalan / acara. semua butuh waktu dan waktu ini yang sepertinya tidak di punyai oleh ibu itu.

kesimpulannya : apakah kamu memberikan foto itu? iya tentu saja saya berikan tentunya setelah saya burningkan ke cd, semoga dia mendapatkan manfaatnya, semoga dia berbahagia.

My Daily Activity Life - Part 01


saya menulis untuk sekadar sharing dan memberitahu aktivitas saya serta memberikan sebuah sudut pandang yang berbeda saja.
bagi orang yang tidak mengenal saya, mungkin hanya melihatnya suka keluar dan jarang berada dikantor, ada juga yang mengenal saya hanya melihat bahwa saya sering dikantor, yang mana yang mereka lihat sebenarnya mereka hanya sering melihat saya dimana.

saya mulai yah, yang saya rangkum adalah ingatan saya sejak 15 sept, sebenarnya bisa kalau mau dirunut belakang, tetapi mohon maaf dengan keterbatasan waktu, tenaga, pikiran, dan tempat dari blog ini maka saya mulai dr tanggal segitu.  

15 sept : 
08.00 - 11.00 : antar surat, beli dokument, beli barang
11.00 - 13.00 : ke kantor principal mencari barang, lunch
14.00 - 17.00 : back to my office, urus dokumen, watch stock
18.00 - 20.00 : beli buah

16 Sept :
08.00 - 10.00 : penawaran
10.00 - 12.30 : mencari barang sekaligus membeli, lunch
13.30 - 15.00 : urus dokumen dan penawaran.
15.00 - 17.30 : antar surat penawaran
19.00 - 22.00 : survei dan diskusi kelayakan bisnis (demi alasan privasi saya tidak bisa memberikan rincian).

17 Sept :
10.00 - 14.30 : photo session (shooting for background layout & material untuk Mahavihara)
14.30 - 17.00 : nungguin barang datang (barang kok ditungguin), karena ekspedisi janji dari pagi mau antar tapi sampai sore belum jadi harus ke ekspedisi dan nungguin barangnya disusun T_T.
18.30 - 21.00 : barang sudah berada di kantor, bersama bos besar periksa dan mengecek part number + surat jalan, Certificate + PO dsb. saya minta maaf karena salah satu teman saya, adiknya mengadakan pernikahan. mohon maaf atas ketidak-hadiran saya.

18 sept :
11.00 - 17.00 : Pintu Mas Idol
19.00 - 21.00 : Editin foto pintumas ke fb.

19 sept :
08.00 - 17.00 : Presentasi, Training Alat dr principal (ada detail tambahan dr pekerjaan, tapi saya pikir tidak perlu untuk dirinci)
18.30 - 20.30 : dinner dengan principal
21.00 - 23.30 : cek email dan penawaran.

20 sept :
08.00 - 17.30 : Uji coba alat tes
18.30 - 22.00 : survei kelayakan bisnis (apologize for details)

21 sept :
08.00 - 10.00 : kantor, printer rusak (replace with a new one)
11.00 - 14.00 : ketemu dengan principal yang satunya lagi.
14.00 - 17.00 : persiapan dokumen untuk tender
18.00 - 20.00 : dinner dengan tamu.
20.00 - 23.30 : rapat pengurus yayasan.

22 sept :
08.00 - 11.00 : antar surat penawaran, cari barang.
11.00 - 14.30 : urus dokumen, dan dokumen sudah hampir lengkap semuanya, saat nya lembur.
14.30 - 20.00 : lembur kerjakan dokumen untuk submit pagi.

23 Sept :
08.00 - 10.30 : opening, saya salah susun dokumen sehingga disuruh pulang dan perbaiki, dengan catatan siang harus kembali lagi.
10.30 - 15.00 : nyusun dokumen, masukin dokumen lagi dan menunggu hasil T_T jauh dr ekspektasi.
15.00 - 17.30 : ambil surat jalan, antar barang dan dokumen.
18,30 - 20.00 : my friend's wedding (congrats for both of them, may you all be happy)
20.00 - 00.00 : diskusi mengenai kelayakan bisnis (again apologize for details)

24 Sept :
09.00 - 13.00 : mahavihara (refocusing my mind, maksudnya meditasi ;p) then beli makan buat orang rumah.
13.30 - 17.00 : beli kebutuhan untuk di rumah (roti, buah, snack and the list will continues)
18.30 - 21.00 : dinner with friends.
22.30 - 00.00 : watch Final Destination 5
01.00 - 03.30 : cek email, write blog structure, watch soccer.

25 Sept :
09.00 - 13.00 : finaly can write my blog..
14.00 - 17.00 : survey lokasi
18.30 - 22.00 : our colleague (tentative)
karena ini masih rencana, soalnya saya masih menulis blog di hari minggu yang indah ini.

ini hanya sebagian kecil aktifitas yang bisa saya rangkum tentunya tidak mendetail, part ini lanjut di kedua, bersambung..

Diskusi ringan dengan Manajer Lejel Region Kalimantan

 saya bertemu dengan direktur home lejel shopping bagian kalimantan di ruang sauna setelah gym di salah satu hotel bintang  5 di balikpapan.

ketika itu saya hanya berbincang-bincang ringan dengan beliau dan beliau ternyata senang berbagi kisah mengenai cerita bagaimana dia sampai berada disini. terlepas dari itu semua, dia bercerita mengenai kehidupan orang korea, kehidupan disana sungguh keras karena sama seperti negara 4 musim mereka harus berjuang untuk dapat bertahan hidup. dan korea pun demikian, mereka ketika datang musim dingin sangat sulit untuk dapat bertahan hidup karena tumbuhan tidak dapat tumbuh pada suhu yang cukup rendah.


sehingga hal ini yang mendorong orang korea untuk mau berjuang terus dalam hidup mereka. Mr. Lee bercerita bahwa orang indonesia tidak jauh berbeda dengan orang manapun dalam hal kemampuan, hanya saja mereka sebenarnya terlanjur hidup menyenangkan, saya sempat bingung kenapa dia bisa berkata seperti itu? dia mengatakan "kalau disini tidak ada uang masih bisa hidup, di korea tidak mungkin bisa hidup kalau tidak ada uang?" contoh : kalau di musim dingin, korea butuh penghangat dan ada biaya yang harus dikeluarkan kalau tidak anda bisa mati kedinginan, sedangkan di indonesia negara tropis, tanah subur, sangat luar biasa sekali negara kalian" saya melihat raut wajah kagum dr muka Mr. Lee ketika bicara indonesia.
orang luar bisa sangat menghargai negara kita yang sangat kaya ini, malah kita sendiri menyia-nyiakannya.

Mr. Lee juga mengatakan bahwa anak muda di korea juga sekarang terlalu nyaman, mereka belum mengetahui bagaimana jaman kondisi dulu waktu susah semua serba kekurangan. dia bercerita bahwa dulu waktu jaman 1960-1975 korea miskin dan mereka kesulitan dalam sandang pangan, harus berharap bantuan dari luar (waktu itu bantuan dari USA) mereka mengirimkan roti dan jagung. dulu kalau roti dibagi tidak bisa bertahan lama sedangkan jagung mereka bisa bertahan lama dan pentingnya lagi adalah mereka bisa menggunakan jagung tersebut untuk direbus dan dijadikan sop, sehingga lebih kenyang dan juga lebih banyak. (saya jadi terharu mendengar beliau curhat, kenapa? saya sering lihat banyaknya makanan dibuang, belum lagi saya yang suka pilih-pilih makan, kadang bisa cerewet soal makan. sedangkan dia pernah hidup sebegitu sulitnya. dan itulah yang katanya membuat dia lebih bersyukur terhadap hidup ini, sayangnya anak jaman sekarang sedikit kesulitan untuk bisa memahami perjuangan orang di jaman dulu karena mungkin selain mereka belum mengalaminya juga karena kemajuan teknologi yang membuat segala sesuatu menjadi mudah.

segala sesuatu menjadi serba instan dan semuanya menjadi gampang di dapat atau mudah di raih. seandainya para anak muda ini mengerti dan memahami bagaimana perjuangan dulunya mungkin mereka akan lebih bersyukur terhadap hidup mereka saat ini, saya tanya "maksudnya apa ya Mr. Lee?" dia menceritakan bahwa kalau mereka tahu seberapa susahnya hidup dulu, maka seharusnya mereka bisa bergembira menikmati hidup saat ini dengan tidak kekurangan makanan, biasanya yang sering terjadi adalah bagaimana mereka sering merasa tidak puas dengan apa yang mereka miliki, sudah punya ini malah ingin itu. sudah punya sesuatu kemudian tidak berapa lama sudah bosan, list nya bisa terus bertambah.

ketika sedang mendengar apa yang dibicarakan Mr. Lee, saya jadi tahu bahwa ternyata sebenarnya bukan orang korea atau jepang yang menjadikan mereka begitu superior tetapi kemampuan mereka untuk beradaptasi dan mengerti perubahan itu yang membuat mereka dapat bertahan hidup dan sukses. jadi sebenarnya kita bisa belajar dari mereka karena mereka sebenarnya belajar memahami perubahan bahwa bencana atau bukan, perubahan musim yang tidak menentu, mereka semua sudah memahami dan sudah mengambil langkah antisipasi untuk itu.

semoga tulisan ini dapat membantu menginspirasikan pembaca bahwa kita harus bersyukur dan bersemangat untuk tidak selalu berada dalam kondisi nyaman. istilahnya memperluas zona kenyamanan kita.

semoga bermanfaat.

GENDENG, NEKAD dan GO

 Selama bertahun-tahun saya tidak menulis lagi dan ternyata perlu lagi ada kebutuhan untuk menulis lagi. semoga ada hal terbaik yang datang....