"Jangan bangga dgn rumah mewah, karena rumah terakhir kita adalah KUBURAN DAN LAUT
"Jangan bangga dgn title/gelar, karena title kita yg terakhir adalah... ALMARHUM (alm) "
"Jangan bangga dgn wajah yg ganteng/cantik, karena wajah kita yg terakhir adalah TENGKORAK "
"Jangan bangga dengan mobil mewah ANDA, karena mobil terakhir ANDA adalah AMBULANCE"
"Jangan bangga dgn handphone mahal/canggih, karena alat komunikasi yg bisa menyelamatkan kita adalah DOA "
Doa adalah nafas yang menghidupkan ..
Menyadari Hidup Saat Ini, bukan apa yang SUDAH terjadi dan bukan apa yang AKAN terjadi . . .
Tuesday, February 22, 2011
Thursday, February 17, 2011
Monday, January 24, 2011
Friday, January 21, 2011
Wednesday, January 19, 2011
‘The Last Lecture”
Randy Pausch, who died of pancreatic cancer in 2008, but wrote a book ‘The Last Lecture”, one of the bestsellers in 2007. What a legacy to leave behind… In a letter to his wife and children, he wrote this beautiful "guide to a better life" for them to follow. May you be blessed by his insight.
Thursday, January 6, 2011
Resolution 2011
sumber pic
resolusi 2011 :
jujur saya memikirkannya cukup keras dan cukup dalam tetapi sepertinya saya harus berhati-hati terhadap apa yang saya inginkan.
well, selama ini saya berpikir terus menerus dan menemukan bahwa resolusi pertama yang harus saya lakukan adalah CHANGE.. kesiapan mental untuk berubah. ini penting sekali karena setelah saya melihat dan mengintropeksi diri saya, masih ada sisa-sisa diri saya yang tertinggal di tahun 2010.
tidak ada yang perlu disesalkan, segala sesuatu yang sudah terjadi tidak akan kembali lagi. saatnya menatap kedepan dan bersiap menghadapi tahun 2011.
di tahun 2010, awal-pertengahan tahun saya harus mengalami pergulatan antara diri saya, pekerjaan dan bisnis saya, dapat dikatakan setengah dari tahun itu benar-benar menguras energi, dan pikiran saya. setengah tahun berikutnya ibarat saya menuai apa yang saya lakukan, kondisi-kondisi yang saya alami pada awalnya bisa saya kontrol dengan baik. bukan berarti kondisi tersebut tidak ada tetapi saya mampu mencegah atau memusatkan perhatian saya pada hal-hal yang lebih penting, istilahnya sudah bisa memprioritaskan, sehingga saya mampu mencapai target-target jangka pendek yang saya buat.
di tahun 2011 ini, diharapkan saya siap berubah karena kondisi alam selalu berubah, jadi kita juga harus ikut berubah, berubah menjadi lebih baik, berubah menjadi lebih rendah hati, lebih ramah, lebih sabar, lebih mawas diri, lebih fokus, lebih perhatian. kenapa begitu? saya perhatikan dan saya renungkan pada diri saya sendiri di bulan desember, perilaku dan tindak tanduk saya mulai lemah, mulai santai,
paling tidak HIDUP SAAT INI tetap dijalankan.
resolusi 2011 :
jujur saya memikirkannya cukup keras dan cukup dalam tetapi sepertinya saya harus berhati-hati terhadap apa yang saya inginkan.
well, selama ini saya berpikir terus menerus dan menemukan bahwa resolusi pertama yang harus saya lakukan adalah CHANGE.. kesiapan mental untuk berubah. ini penting sekali karena setelah saya melihat dan mengintropeksi diri saya, masih ada sisa-sisa diri saya yang tertinggal di tahun 2010.
tidak ada yang perlu disesalkan, segala sesuatu yang sudah terjadi tidak akan kembali lagi. saatnya menatap kedepan dan bersiap menghadapi tahun 2011.
di tahun 2010, awal-pertengahan tahun saya harus mengalami pergulatan antara diri saya, pekerjaan dan bisnis saya, dapat dikatakan setengah dari tahun itu benar-benar menguras energi, dan pikiran saya. setengah tahun berikutnya ibarat saya menuai apa yang saya lakukan, kondisi-kondisi yang saya alami pada awalnya bisa saya kontrol dengan baik. bukan berarti kondisi tersebut tidak ada tetapi saya mampu mencegah atau memusatkan perhatian saya pada hal-hal yang lebih penting, istilahnya sudah bisa memprioritaskan, sehingga saya mampu mencapai target-target jangka pendek yang saya buat.
di tahun 2011 ini, diharapkan saya siap berubah karena kondisi alam selalu berubah, jadi kita juga harus ikut berubah, berubah menjadi lebih baik, berubah menjadi lebih rendah hati, lebih ramah, lebih sabar, lebih mawas diri, lebih fokus, lebih perhatian. kenapa begitu? saya perhatikan dan saya renungkan pada diri saya sendiri di bulan desember, perilaku dan tindak tanduk saya mulai lemah, mulai santai,
paling tidak HIDUP SAAT INI tetap dijalankan.
Wednesday, December 29, 2010
Memberi Terlebih Dahulu - Inspiration
Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Pada suatu hari, tatkala mereka tengah bermain", tampaklah oleh mereka sebuah tempurung kelapa yg berlubang sempit. Di dalam batok kelapa itu ada kacang yg sudah dibubuhi dgn aroma yg disukai monyet. Rupanya batok kelapa itu adlh perangkap yg ditaruh disana oleh seorang pemburu.
Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dlm lubang sempit di kelapa itu utk mengambil kacang" tsb. Akan tetapi, tangannya yg terkepal menggenggam kacang tdk dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada celah di tempurung kelapa itu. Monyet ini meronta" utk mengeluarkan tangannya itu,namun tetap saja gagal.
Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu: "Lepaskan kepalanmu! Lepaskan kacang itu, kamu akan terlepas dgn mudah!" Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tsb,tetap saja ia bersikeras meraup kacang itu.
Beberapa saat kemudian,sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali menyerukan nasihatnya:"Lepaskan kepalanmu sekarang jg agar kamu bebas!" Monyet muda itu panik,namun tetap saja ia bersikeras utk mengambil kacang itu. Akhirnya,ia pun tertangkap oleh sang pemburu.
Demikianlah,kadang kita jg sering mencengkeram dan tdk rela melepaskan hal" yg sepatutnya kita lepaskan: ketamakan,kemarahan,kebencian,iri hati,dan sebangsanya. Apabila kita tetap tak bersedia melepas,tatkala kematian datang "menangkap" kita, semuanya akan terlambat sudah.
Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yg lampau, dan menatap hari esok dgn lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan "kepalan" kita dan membagi kebahagiaan dgn orang lain?
Semoga semua makhluk berbahagia...
dr berbagai sumber.
Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dlm lubang sempit di kelapa itu utk mengambil kacang" tsb. Akan tetapi, tangannya yg terkepal menggenggam kacang tdk dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada celah di tempurung kelapa itu. Monyet ini meronta" utk mengeluarkan tangannya itu,namun tetap saja gagal.
Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu: "Lepaskan kepalanmu! Lepaskan kacang itu, kamu akan terlepas dgn mudah!" Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tsb,tetap saja ia bersikeras meraup kacang itu.
Beberapa saat kemudian,sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali menyerukan nasihatnya:"Lepaskan kepalanmu sekarang jg agar kamu bebas!" Monyet muda itu panik,namun tetap saja ia bersikeras utk mengambil kacang itu. Akhirnya,ia pun tertangkap oleh sang pemburu.
Demikianlah,kadang kita jg sering mencengkeram dan tdk rela melepaskan hal" yg sepatutnya kita lepaskan: ketamakan,kemarahan,kebencian,iri hati,dan sebangsanya. Apabila kita tetap tak bersedia melepas,tatkala kematian datang "menangkap" kita, semuanya akan terlambat sudah.
Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yg lampau, dan menatap hari esok dgn lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan "kepalan" kita dan membagi kebahagiaan dgn orang lain?
Semoga semua makhluk berbahagia...
dr berbagai sumber.
Subscribe to:
Posts (Atom)
GENDENG, NEKAD dan GO
Selama bertahun-tahun saya tidak menulis lagi dan ternyata perlu lagi ada kebutuhan untuk menulis lagi. semoga ada hal terbaik yang datang....
-
kamis dan jumat kemarin nemanin salah satu principal untuk ikut pergi ke beberapa tempat. dan salah satunya adalah ke petrosea di seberang, ...
-
Selama bertahun-tahun saya tidak menulis lagi dan ternyata perlu lagi ada kebutuhan untuk menulis lagi. semoga ada hal terbaik yang datang....







