Menyadari Hidup Saat Ini, bukan apa yang SUDAH terjadi dan bukan apa yang AKAN terjadi . . .
Monday, January 24, 2011
Friday, January 21, 2011
Wednesday, January 19, 2011
‘The Last Lecture”
Randy Pausch, who died of pancreatic cancer in 2008, but wrote a book ‘The Last Lecture”, one of the bestsellers in 2007. What a legacy to leave behind… In a letter to his wife and children, he wrote this beautiful "guide to a better life" for them to follow. May you be blessed by his insight.
Thursday, January 6, 2011
Resolution 2011
sumber pic
resolusi 2011 :
jujur saya memikirkannya cukup keras dan cukup dalam tetapi sepertinya saya harus berhati-hati terhadap apa yang saya inginkan.
well, selama ini saya berpikir terus menerus dan menemukan bahwa resolusi pertama yang harus saya lakukan adalah CHANGE.. kesiapan mental untuk berubah. ini penting sekali karena setelah saya melihat dan mengintropeksi diri saya, masih ada sisa-sisa diri saya yang tertinggal di tahun 2010.
tidak ada yang perlu disesalkan, segala sesuatu yang sudah terjadi tidak akan kembali lagi. saatnya menatap kedepan dan bersiap menghadapi tahun 2011.
di tahun 2010, awal-pertengahan tahun saya harus mengalami pergulatan antara diri saya, pekerjaan dan bisnis saya, dapat dikatakan setengah dari tahun itu benar-benar menguras energi, dan pikiran saya. setengah tahun berikutnya ibarat saya menuai apa yang saya lakukan, kondisi-kondisi yang saya alami pada awalnya bisa saya kontrol dengan baik. bukan berarti kondisi tersebut tidak ada tetapi saya mampu mencegah atau memusatkan perhatian saya pada hal-hal yang lebih penting, istilahnya sudah bisa memprioritaskan, sehingga saya mampu mencapai target-target jangka pendek yang saya buat.
di tahun 2011 ini, diharapkan saya siap berubah karena kondisi alam selalu berubah, jadi kita juga harus ikut berubah, berubah menjadi lebih baik, berubah menjadi lebih rendah hati, lebih ramah, lebih sabar, lebih mawas diri, lebih fokus, lebih perhatian. kenapa begitu? saya perhatikan dan saya renungkan pada diri saya sendiri di bulan desember, perilaku dan tindak tanduk saya mulai lemah, mulai santai,
paling tidak HIDUP SAAT INI tetap dijalankan.
resolusi 2011 :
jujur saya memikirkannya cukup keras dan cukup dalam tetapi sepertinya saya harus berhati-hati terhadap apa yang saya inginkan.
well, selama ini saya berpikir terus menerus dan menemukan bahwa resolusi pertama yang harus saya lakukan adalah CHANGE.. kesiapan mental untuk berubah. ini penting sekali karena setelah saya melihat dan mengintropeksi diri saya, masih ada sisa-sisa diri saya yang tertinggal di tahun 2010.
tidak ada yang perlu disesalkan, segala sesuatu yang sudah terjadi tidak akan kembali lagi. saatnya menatap kedepan dan bersiap menghadapi tahun 2011.
di tahun 2010, awal-pertengahan tahun saya harus mengalami pergulatan antara diri saya, pekerjaan dan bisnis saya, dapat dikatakan setengah dari tahun itu benar-benar menguras energi, dan pikiran saya. setengah tahun berikutnya ibarat saya menuai apa yang saya lakukan, kondisi-kondisi yang saya alami pada awalnya bisa saya kontrol dengan baik. bukan berarti kondisi tersebut tidak ada tetapi saya mampu mencegah atau memusatkan perhatian saya pada hal-hal yang lebih penting, istilahnya sudah bisa memprioritaskan, sehingga saya mampu mencapai target-target jangka pendek yang saya buat.
di tahun 2011 ini, diharapkan saya siap berubah karena kondisi alam selalu berubah, jadi kita juga harus ikut berubah, berubah menjadi lebih baik, berubah menjadi lebih rendah hati, lebih ramah, lebih sabar, lebih mawas diri, lebih fokus, lebih perhatian. kenapa begitu? saya perhatikan dan saya renungkan pada diri saya sendiri di bulan desember, perilaku dan tindak tanduk saya mulai lemah, mulai santai,
paling tidak HIDUP SAAT INI tetap dijalankan.
Wednesday, December 29, 2010
Memberi Terlebih Dahulu - Inspiration
Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Pada suatu hari, tatkala mereka tengah bermain", tampaklah oleh mereka sebuah tempurung kelapa yg berlubang sempit. Di dalam batok kelapa itu ada kacang yg sudah dibubuhi dgn aroma yg disukai monyet. Rupanya batok kelapa itu adlh perangkap yg ditaruh disana oleh seorang pemburu.
Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dlm lubang sempit di kelapa itu utk mengambil kacang" tsb. Akan tetapi, tangannya yg terkepal menggenggam kacang tdk dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada celah di tempurung kelapa itu. Monyet ini meronta" utk mengeluarkan tangannya itu,namun tetap saja gagal.
Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu: "Lepaskan kepalanmu! Lepaskan kacang itu, kamu akan terlepas dgn mudah!" Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tsb,tetap saja ia bersikeras meraup kacang itu.
Beberapa saat kemudian,sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali menyerukan nasihatnya:"Lepaskan kepalanmu sekarang jg agar kamu bebas!" Monyet muda itu panik,namun tetap saja ia bersikeras utk mengambil kacang itu. Akhirnya,ia pun tertangkap oleh sang pemburu.
Demikianlah,kadang kita jg sering mencengkeram dan tdk rela melepaskan hal" yg sepatutnya kita lepaskan: ketamakan,kemarahan,kebencian,iri hati,dan sebangsanya. Apabila kita tetap tak bersedia melepas,tatkala kematian datang "menangkap" kita, semuanya akan terlambat sudah.
Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yg lampau, dan menatap hari esok dgn lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan "kepalan" kita dan membagi kebahagiaan dgn orang lain?
Semoga semua makhluk berbahagia...
dr berbagai sumber.
Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dlm lubang sempit di kelapa itu utk mengambil kacang" tsb. Akan tetapi, tangannya yg terkepal menggenggam kacang tdk dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada celah di tempurung kelapa itu. Monyet ini meronta" utk mengeluarkan tangannya itu,namun tetap saja gagal.
Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu: "Lepaskan kepalanmu! Lepaskan kacang itu, kamu akan terlepas dgn mudah!" Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tsb,tetap saja ia bersikeras meraup kacang itu.
Beberapa saat kemudian,sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali menyerukan nasihatnya:"Lepaskan kepalanmu sekarang jg agar kamu bebas!" Monyet muda itu panik,namun tetap saja ia bersikeras utk mengambil kacang itu. Akhirnya,ia pun tertangkap oleh sang pemburu.
Demikianlah,kadang kita jg sering mencengkeram dan tdk rela melepaskan hal" yg sepatutnya kita lepaskan: ketamakan,kemarahan,kebencian,iri hati,dan sebangsanya. Apabila kita tetap tak bersedia melepas,tatkala kematian datang "menangkap" kita, semuanya akan terlambat sudah.
Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yg lampau, dan menatap hari esok dgn lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan "kepalan" kita dan membagi kebahagiaan dgn orang lain?
Semoga semua makhluk berbahagia...
dr berbagai sumber.
Monday, December 27, 2010
jangan menunggu
Jangan menunggu bahagia baru tersenyum.
tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia
Jangan menunggu kaya baru bersedekah.
tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya
Jangan menunggu termotivasi baru bergerak.
tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi
Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli,
tapi pedulilah dengan orang lain! maka kamu akan dipedulikan...
Jangan menunggu orang memahami kamu baru kita memahami dia,
tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu
Jangan menunggu terinspirasi baru menulis.
tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu
Jangan menunggu proyek baru bekerja.
tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu
Jangan menunggu dicintai baru mencintai.
tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai
Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti.
tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti
Jangan menunggu sukses baru bersyukur.
tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu
Jangan menunggu bisa baru melakukan,
tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!
Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti
Seribu kata mutiara akan dikalahkan Satu Aksi Nyata!
WAIT LESS !... DO MORE...!!
tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia
Jangan menunggu kaya baru bersedekah.
tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya
Jangan menunggu termotivasi baru bergerak.
tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi
Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli,
tapi pedulilah dengan orang lain! maka kamu akan dipedulikan...
Jangan menunggu orang memahami kamu baru kita memahami dia,
tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu
Jangan menunggu terinspirasi baru menulis.
tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu
Jangan menunggu proyek baru bekerja.
tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu
Jangan menunggu dicintai baru mencintai.
tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai
Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti.
tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti
Jangan menunggu sukses baru bersyukur.
tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu
Jangan menunggu bisa baru melakukan,
tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!
Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti
Seribu kata mutiara akan dikalahkan Satu Aksi Nyata!
WAIT LESS !... DO MORE...!!
Power of Giving - Memberi lebih dulu
Seorang pria paruh baya mempunyai sebuah toko makanan ternak yang tidak begitu laku Makin hari makin sedikit orang yang beli pakan ternak, Dalam keputusasaanya Pria tersebut mendapat ide gila yaitu menginvestasikan 50 dolar (uang yang cukup banyak pada zaman itu) Untuk membeli 1000 ekor Anak ayam. Para tetangganya langsung mengejek & menganggap pria itu gila.
Jual pakan ayam saja, Tidak bisa, apalagi jual anak ayam. Mereka lebih heran lagi ketika tahu bahwa pria ini tidak menjual anak ayam tersebut. Sebaliknya ia memberikan anak2 ayam tersebut secara GRATIS kepada pembeli pakan ternaknya Benar2 Gila! mereka berpikir, tokonya mau bangkrut, malah beli banyak anak ayam, Terus membagi bagikan anak ayam tersebut secara Gratis.
Mana ada pebisnis waras yang melakukan itu? Nyatanya, setelah ada program gratis anak ayam tersebut, mulai banyak orang beli ditokonya Semakin hari ternyata tokonya semakin laris saja. Selidik ternyata pembeli yang menerima Anak ayam gratis itu kembali lagi.
Mengapa bisa demikian?
Tentu saja mereka beli makanan ayam untuk anak ayam gratisan itu
Apa pesan moral dari cerita tersebut diatas ?
Jangan pernah takut untuk memberi karena memberi adalah langkah pertama untuk kita menerima "Sayangnya banyak orang selalu berpikir yang sebaliknya Menerima dulu , baru berpikir untuk memberi" Ini yang membuat kita tidak mengalami terobosan apa2 dalam hidup ini Mana ada petani yang mengharapkan untuk menuai padahal ia tidak pernah menabur sebelumnya ?
Selama ada kesempatan, jadilah orang yang murah hati,
Beri kebaikan
Beri perhatian
Beri dan beri
Jangan hanya Beri jika ada keuntungan saja untuk kita
Ingatlah bahwa hidup ini seperti Gema
Apa yang kita keluarkan akan kembali kepada kita
Apa yang kita berikan akan kita dapatkan kembali, bahkan berkali kali lipat dari apa yang kita berikan
Mari selalu melakukan kebaikan
Jauhkan Rasa Iri hati
Menabur yang baik
Tentu akan menuai kebaikan
Selamat memberi !
Jual pakan ayam saja, Tidak bisa, apalagi jual anak ayam. Mereka lebih heran lagi ketika tahu bahwa pria ini tidak menjual anak ayam tersebut. Sebaliknya ia memberikan anak2 ayam tersebut secara GRATIS kepada pembeli pakan ternaknya Benar2 Gila! mereka berpikir, tokonya mau bangkrut, malah beli banyak anak ayam, Terus membagi bagikan anak ayam tersebut secara Gratis.
Mana ada pebisnis waras yang melakukan itu? Nyatanya, setelah ada program gratis anak ayam tersebut, mulai banyak orang beli ditokonya Semakin hari ternyata tokonya semakin laris saja. Selidik ternyata pembeli yang menerima Anak ayam gratis itu kembali lagi.
Mengapa bisa demikian?
Tentu saja mereka beli makanan ayam untuk anak ayam gratisan itu
Apa pesan moral dari cerita tersebut diatas ?
Jangan pernah takut untuk memberi karena memberi adalah langkah pertama untuk kita menerima "Sayangnya banyak orang selalu berpikir yang sebaliknya Menerima dulu , baru berpikir untuk memberi" Ini yang membuat kita tidak mengalami terobosan apa2 dalam hidup ini Mana ada petani yang mengharapkan untuk menuai padahal ia tidak pernah menabur sebelumnya ?
Selama ada kesempatan, jadilah orang yang murah hati,
Beri kebaikan
Beri perhatian
Beri dan beri
Jangan hanya Beri jika ada keuntungan saja untuk kita
Ingatlah bahwa hidup ini seperti Gema
Apa yang kita keluarkan akan kembali kepada kita
Apa yang kita berikan akan kita dapatkan kembali, bahkan berkali kali lipat dari apa yang kita berikan
Mari selalu melakukan kebaikan
Jauhkan Rasa Iri hati
Menabur yang baik
Tentu akan menuai kebaikan
Selamat memberi !
Subscribe to:
Posts (Atom)
GENDENG, NEKAD dan GO
Selama bertahun-tahun saya tidak menulis lagi dan ternyata perlu lagi ada kebutuhan untuk menulis lagi. semoga ada hal terbaik yang datang....
-
kamis dan jumat kemarin nemanin salah satu principal untuk ikut pergi ke beberapa tempat. dan salah satunya adalah ke petrosea di seberang, ...
-
Selama bertahun-tahun saya tidak menulis lagi dan ternyata perlu lagi ada kebutuhan untuk menulis lagi. semoga ada hal terbaik yang datang....





